PELAPORAN INFORMASI KEUANGAN MENURUT SEGMEN

2.1 Pengertian-Pengertian dalam Pelaporan Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Terdapat beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan terkait atau tidaknya produk atau jasa,dintaranya :

  1. Karakteristik produk atau jasa,
  2. Karakteristik proses produksi,
  3. Jenis atau golongan pelanggan (jasa produk atau jasa),
  4. Metode pendistribusian produk atau penyediaan,
    1. Jika praktis, karakteristik iklim regulasi, misalnya dalam perbankan, asuaransi, atau public utilities.

Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Factor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasi segmen geografis :

  1. Kesamaan kondisi ekonomi dan politik,
  2. Hubungan antar operasi dalam wilayah geografis berbeda,
  3. Kedekatan geografis operasi,
  4. Risiko khusus yang terdapat dalam operasi di wilayah tertentu,
  5. Regulasi pengendalian mata uang, dan
  6. Risiko mata uang.

Dalam pelaporan segmen terdapat beberapa pengertian yang perlu dijelaskan, yaitu :

  1. Segmen Perusahaan

Segmen perusahaan merupakan komponen suatu entitas yang aktivitasnya mewakili kegiatan usaha utama atau kelompok pelanggan. Suatu segmen dapat berbentuk sebuah anak perusahaan, divisi, departemen, dalam beberapa hal sebuah  joint venture atau anak perusahaan lain bukan investasi. Aktiva, kinerja dan aktivitas segmen tersebut secara jelas dapat dipisahkan secara fisik dan operasional dari aktiva, kinerja dan akitivitas yang lain dalam entitas yang sama.

  1. Kebijakan akuntansi segmen

Kebijakan akuntansi segmen merupakan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan konsolidasi kelompok atau perusahaan dan juga kebijakan akuntansi yang khusus terkait dengan pelaporan segmen.

  1. Organ perusahaan yang berwenang

Organ perusahaan yang berwenang merupakan suatu unit dalam organisasi atau perusahaan yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan perusahaan yang berlaku, mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan tertentu dan/atau melaksanakan tindakan tertentu. Contoh organ perusahaan yang berwenang adalah Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Rapat Umum Pemegang Saham.

  1. Pendapatan Segmen

Pendapatan segmen merupakan pendapatan yang dapat diatribusikan atau dikaitkan secara langsung pada suatu segmen, atau bagian yang relevan dari pendapatan yang dapat dialokasikan secara layak pada suatu segmen. Pendapatan ini merupakan hasil transaksi baik dengan pihak luar perusahaan maupun dengan segmen lain dalam perusahaan yang sama.

  1. Beban Segmen

Beban segmen merupakan beban aktivitas operasi suatu segmen yang secara langsung dapat dikaitkan dengan segmen tersebut dan porsi relevan beban yang dapat dialokasikan secara rasional kepada segmen tersebut, termasuk beban yang berkaitan dengan penjualan kepada pelanggan ekstern dan beban yang berkaitan dengan transaksi kepada segmen lainnya dalam perusahaan berhenti beroperasi.

2.2 Identifikasi Pelaporan Segmen

Segmen industri dan segmen geografis merupakan dasar yang biasa digunakan dalam penyajian informasi menurut segmen. Suatu perusahaan akan menyediakan informasi dengan dua dasar ini sepanjang dapat diterapkan pada operasinya. Informasi segmen indusri biasanya disajikan menurut pengelompokan umum dari produk atau jasa yang terkait atau menurut jenis pelanggan. Informasi segmen geografis kadang-kadang disajikan menurut lokasi operasi perusahaan, menurut pasar atau kedua-duanya. Operasi perusahaan didalam negeri umumnya dipandang sebagai segmen sendiri. Beberapa negara mengharuskan pengungkapan terpisah penjualan ekspor dari operasi dalam negeri.

Untuk tujuan pelaporan, segmen industri dan geografis dapat ditentukan dengan berbagai cara. Pengelompokan aktivitas perusahaan menurut segmen untuk tujuan ini merupakan tanggung jawab manajemen.dalam keputusannya, manajemen  biasanya mempertimbangkan banyak faktor, antara lain kesamaan dan perbedaan produk serta aktivitas perusahaan; profitabilitas; risiko dan pertumbuhan produk serta aktivitas perusahaan; dan bidang-bidang operasi serta pemasaran dan kepentingan relatif masing-masing bidang terhadap perusahaan secara keseluruhan. Adanya ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipenuhi dan karakteristik dari industri tertentu seperti industri perbankan dan asuransi merupakan faktor tambahan yang harus dipertimbangkan dalam penentuan segmen yang harus dilaporkan

Pengelompokan organisasi seperti divisi, anak perusahaan, atau cabang biasanya dibentuk sesuai dengan kebutuhan manajemen. Pengelompokan semacam itu seringkali sesuai dengan penetapan segmen perusahaan, sehingga mempermudah pelaporan segmen. Jika tidak demikian, pelaporan segmen membutuhkan reklasifikasi data. Dalam menentukan segmen, adalah relevan untuk mempertimbangkan kaitan antar perusahaan. Misalnya, penyajian bagian-bagian aktivitas perusahaan yang sangat  terintegrasi dan tergantung satu sama lain sebagai segmen-segmen yang terpisah mungkin menyesatkan.

Pertimbangan yang sama tidak perlu harus berlaku dalam menentukan segmen geografis yang ingin dilaporkan. Beberapa pendapat mempertimbangkan kebutuhan untuk memberikan petunjuk mengenai bagaimana menentukan materialitas suatu segmen sebelum dilaporkan secara terpisah dan membatasi segmen sampai pada jumlah secukupnya agar tidak menjadi terlalu rumit. Petunjuk tersebut adalah 10% dari pendapatan atau laba usaha atau total aktiva yang dikonsolidasikan, meskipun petunjuk kuantitatif semacam itu bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan segmen pelaporan.

Sebagai pertimbangan dan pengujian pilihan dasar segmentasi, dapat dipertimbangkan tiga dasar segmentasi sebagai berikut:

  1. Pejualan kepada pelanggan yang tak mempunyai hubungan istimewa, memberi peluang dasar-dasar segmentasi jenis-jenis pendapatan sebesar 10% ke atas,
  2. Apabila laba operai merupakan hal penting, maka laba operasi atau rugi operasi 10 % ke atas disajikan terpiash,
  3. Apabila penggunaan aktiva adalah penting, maka aktiva segmen berjumlah 10% ke atas dari jumlah aktiva entitas dilaporkan terpisah.

Penjualan antar segmen dan pendapatan antar segmen lainnya tidak selalu dapat ditentukan secara objektif  (arm’s length basis). Karena alasan ini, pengungkapan jumlah pendapatan semacam itu dan penjelasan dasar penetapan harga antar segmen (seperti harga pasar, biaya, atau harga pasar dikurangi diskonto) sangat bermanfaat.

2.3 Hasil Segmen

Tolak ukur profitabilitas suatu segmen diungkapkan sebagai hasil segmen. Hasil segmen adalah selisih antara pendapatan segmen dengan beban segmen dan umumnya mencerminkan laba usaha, meskipun dasar yang lain sering lebih cocok. Penghasilan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil segmen kecuali kalau operasi segmen terutama bersifat finasial. Juga pajak penghasilan, hak minoritas (minority interest) dan pos luar biasa (extraordinary item) lazimnya tidak dimasukkan sebagai hasil segmen.

Kalau pendapatan dan beban tidak dapat langsung diatribusikan pada suatu segmen tetapi terdapat dasar alokasi yang layak, maka pendapatan dan beban tersebut dapat dialokasikan dengan menggunakan yang layak tersebut. Namun demikian, beban bersama pada banyak perusahaan seperti beban kantor pusat tidak dialokasikan pada masing-masing segmen karena beban tersebut dimanfaatkan bersama sedemikian rupa sehingga alokasi diantara segmen dipandang tidak bermanfaat.

2.4 Aktiva dan Kewajiban Segmen

Aktiva segmen adalah aktiva operasi yang digunakan segmen dalam aktivitas operasinya dan dapat dikaitkan secara langsung dengan segmen tersebut atau dialokasikan ke segmen tersebut secara rasional. Aktiva segmen ditentukan setelah dikurangi penyisihan terkait, yang dilaporkan saling hapus dalam neraca. Pengungkapan aktiva segmen memberikan indikasi penggunaan sumber daya untuk mencapai hasil operasi segmen. Aktiva semacam itu termasuk semua aktiva berwujud dan aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi pada segmen tertentu. Akitva yang dimanfaatkan oleh dua atau lebih segmen harus dialokasikan diantara segmen-segmen tersebut dengan dasar alokasi yang layak.

Sedangkan kewajiban segmen biasanya tidak dialokasikan karena dianggap berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan atau karena dipandang meningkatkan hasil pembelanjaan dan bukan hasil operasi.

2.5 Informasi yang Dilaporkan

Informasi untuk setiap segmen yang dilaporkan berikut ini pada umumnya diperlukan:

  1. Uraian kegiatan setiap segmen industri yang dilaporkan dan indikasi mengenai komposisi setiap wilayah geografis yang dilaporkan,
  2. Penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dengan pemisahan antara pendapatan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain,
  1. Hasil segmen,dan
  1. Aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan baik dalam jumlah uang atau sebagai persentase dari jumlah yang dikonsolidasikan.

Hubungan antara jumlah dari informasi pada segmen-segmen individual dan informasi agregat dalam laporan keuangan diperjelas dengan menyajikan rekonsiliasi. Mungkin juga berguna untuk mengungkapkan informasi lain seperti jumlah pendapatan setiap segmen dari investasi yang dibukukan dengan metode equity, hak minoritasnya, atau pos luar biasa. Penyusutan, deplesi, amortisasi, riset dan pengembangan serta pengeluaran modal selama periode terkadang diungkapkan untuk setiap segmen yang dilaporkan. Kadang-kadang informasi non keuangan seperti jumlah karyawan untuk setiap segmen dilaporkan juga diungkapkan.

2.6 Segmentasi Pasar BEI

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbagi-bagi atas segmentasi perdagangan yang juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pasar modal menjadi tidak efisien. Segmentasi yang ada adalah:

  1. Pasar Reguler
  2. Pasar Tunai
  3. Block Sale
  4. Crossing (tutup sendiri)
  5. Porsi Asing

Pasar Reguler merupakan pasar dimana transaksi reguler berlangsung sebagaimana mestinya. Dimana sistem komputerisasi yang diterapkan menganut sistem lelang (Aution System) yang memberikan prioritas pada harga dan waktu. Dalam sistem lelang selalu berlaku satu harga, yaitu harga permintaan (bid) tertinggi dan harga penawaran (offer) yang terendah, jika keduanya bertemu, maka terjadilah transaksi. Secara umum, semua transaksi akan berlangsung pada pasar reguler.

Pasar Tunai merupakan pasar negosiasi antara pemilik saham dengan yang berminat untuk membeli saham tersebut. Harga negosiasi yang terjadi biasanya lebih tinggi dari harga pasar reguler. Transaksi di pasar tunai ini terjadi karena adanya resiko gagal serah yang dihadapi oleh investor/ broker-dealer sehingga untuk menutupi gagal serah tersebut terpaksa membelinya di pasar tunai. Hal inilah yang menyebabkan harga di pasar tunai lebih tinggi dari pasar reguler. Pada pasar tunai, seperti transaksi di pasar tradisional dalam kehidupan sehari-hari, uang pembelian harus langsung diserahkan secara tunai dan surat saham juga secara langsung diserahkan secara tunai dan surat saham juga secara juga langsung diserahkan oleh penjualannya.

Block Sale merupakan pasar negosiasi dalam volume yang besar. Harga akan tercapai jika persetujuan pihak yang melakukan negosiasi. Harga saham pada papan block sale ini umumnya berkisar sekitar harga saham reguler umumnya sedikit dibawahnya. Transaksi pada pasar block sale ini bertujuan untuk tidak memberikan pengaruh harga yang signifikan dengan volume transaksi yang besar. Yang jika dilakukan di pasar reguler, kemungkinan besar akan mempengaruhi harga saham tersebut.

Crossing (tutup sendiri) adalah transaksi yang terjadi antara investor/ pemodal yang berasal dari satu broker-dealer yang sama, harga saham menggunakan konsep negosiasi, jika harga tercapai maka transaksi crossing dapat dilakuakn. Sifat-sifat lainnya sama dengan pasar reguler, seperti penyelesaian penyerahan saham. Perhatikan bahwa transaksi tutup sendiri ini harus antara pemodal dari broker-dealer yang sama, jika berlainan maka harus melalui pasar reguler. Transaksi tutup sendiri ini juga bisa dilakukan oleh seorang investor pada satu broker-dealer, misalnya suatu saham tersebut masih atas nama orang lain. Supaya bisa didaftarkan atas nama anda melakukan transaksi tutup sendiri pada tanggal antara tanggal efektif dan tanggal cum right, sehingga saham tersebut dapat didaftarkan untuk mendapatkan bukti right. Disini anda hanya membayar transaction fee sebesar 2x transaction fee (jual dan beli) di tambah 0,1%  pajak penghasilan final.

Porsi asing merupakan transaksi antara saham yang dimiliki oleh pemodal asing dengan pemodal asing lainnya, sebagaimana kita ketahui bahwa porsi kepemilikan saham oleh pemodal asing sebesar 49% dari saham yang dikeluarkan. Jika porsi tersebut telah tercapai pada suatu saham, maka transaksi selanjutnya harus dilakukan antara pemodal asing. Jadi jika porsi asing belum tercapai, pemodal asing dapat membeli dari pemodal domestik , yang harganya adalah harga pasar reguler. Harga saham pada papan asing jauh lebih tinggi dari pasar reguler.

Demikianlah pengetahuan dasar mekanisme transaksi di BEI beserta segmentasi pasarnya. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa pengetahuan ini belum ada artinya sebagai sumbangan keberhasilan transaksi  di BEI, selanjutnya sangat tergantung pada diri anda. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh adalah faktor psikologis diri anda, disampig analisa teknis dan fundamental yang mendukung.

2.7 Pelaporan Informasi Keuangan Menurut Segmen

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 5 PARAGRAF 19-23

Paragraf  19

Perusahaan yang menerbitkan surat berharga yang diperdagangkan pada publik, harus melaporkan informasi keuangan yang dijelaskan pada paragraf selanjutnya untuk segmen industri dan untuk segmen geografis yang dianggap signifikan bagi perusahaan. Kalau yang disajikan meliputi baik laporan keuangan induk perusahaan maupun laporan keuangan konsolidasi, informasi segmen yang perlu disajikan hanya terbatas pada laporan keuangan konsolidasi.

Paragraf  20

Perusahaan harus menggambarkan aktivitas masing-masing segmen industri dan menunjukkan komposisi masing-masing wilayah geografis yang dilaporkan.

Paragraf  21

Untuk setiap segmen industri dan geografis yang dilaporkan, informasi keuangan berikut ini harus diungkapkan:

a)   penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dibedakan antara pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan diluar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain,

b)   hasil segmen,

c)   aktiva segmen yang digunakan,dinyatakan dalam jumlah uang atau sebagai persentase dari jumlah yang dikonsolidasi, dan

d)   dasar penetapan harga antar segmen.

Paragraf  22

Perusahaan harus menyajikan rekonsiliasi antara informasi segmen-segmen individual dan informasi keseluruhan dalam laporan keuangan.

Paragraf  23

Perubahan dalam penentuan segmen dan perubahan dalam praktek akuntansi yang digunakan dalam pelaporan informasi segmen yang membawa pengaruh material terhadap informasi segmen harus diungkapkan. Pengungkapan tersebut harus mencakupi uraian mengenai hakekat perubahan, penjelasan mengenai alasan perubahan dan pengaruh dari perubahan sepanjang informasi dapat ditentukan secara wajar.